
KEDIRI - Meski telah beraksi selama 3 jam, kawanan perampok yang menyatroni kantor dan gudang cat Avian gagal membuka brankas. Uang ratusan juta yang ada di dalam brankas dapat diselamatkan.
"Tiga jam beraksi di dalam kantor perampok tidak berhasil membongkar brankas. Sehingga yang dibawa kabur hanya sebuah laptop dan LCD komputer," ungkap AKP Aldi Sulaeman, Kasat Reskrim Polres Kediri kepada Surya, Senin (1/8/2016).
Perampok juga sempat melukai satu dari dua petugas satpam yang menjaga gudang. Satpam yang terluka di bagian kepala menimpa Yadi, sedangkan rekannya Adi hanya disekap.
Dari kesaksian kedua satpam yang disekap dengan mata ditutup lakban, perampok beraksi mulai pukul 1.00 WIB dan baru kabur dari TKP sekitar pukul 3.00 WIB. Kondisi brankas sendiri mengalami kerusakan karena coba dibongkar paksa.
Padahal di dalam brankas tersimpan uang jutaan hasil setoran penjualan cat dari para sales. Dari TKP, perampok hanya membawa kabur laptop dan LCD komputer.
"Total kerugian hanya sekitar Rp 7 jutaan," tambahnya.
Petugas telah melakukan olah TKP di lokasi perampokan menemukan sejumlah barang bukti yang ditinggalkan perampok. Salah satunya linggis besar yang tertinggal di TKP serta tangga yang ditemukan di areal gudang.
Diperkirakan kawanan perampok yang beraksi di kantor dan gudang cat Avian ini berjumlah sekitar 6 orang. Perampok masuk setelah melumpuhkan dua satpam yang menjaga gudang.
Karena sempat melakukan perlawanan, salah satu satpam dianiaya perampok. Kepala satpam ini dipukul hingga berdarah.
Kasus perampokan kantor gudang cat Avian ini modusnya mirip aksi perampok yang menyatroni kantor dan gudang cat Altex di Jl Doro Putih, Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.
Diberitakan sebelumnya perampok menyatroni kantor dan gudang distributor cat Avian di Jalan Raya Kediri -Tulungagung, Desa Purwodadi, Kecamatan Kras Kediri, Kabupaten Kediri.